Kafe ini menawarkan berbagai keunikan mulai dari nama kafe hingga nama makanan. Kafe yang baru berdiri sekitar tiga pekan ke belakang itu terinspirasi dari kegemaran sang pemilik Adris Wijaya dan istri.
Adris yang juga pencetus liwet 1001 itu menggemari makanan khas Sunda sejenis Aci, dimana saat ini sudah menjadi makanan yang digemari di berbagai daerah.
Andris Wijaya Pemilik D’Anclom Cafe (Foto:Deni Rinjani)
Yang unik di D’Anclom adalah berbagai makanan yang diolah khas dengan nama Sunda, sesuai dengan nama kafe D’Anclom. Anclom artinya celup, jadi makanan yang disajikan pun tak lepas dari kuah (celupan).
Makanan Khas Cafe D’Anclom (Deni Rinjani)
“Pokoknya banyak lagi makanan yang kami sediakan. Tentunya tidak membuat kocek jebol,” katanya.
Selain makanan yang unik, nama makanannya pun unik, yakni Tigeujebur
(terperosok), Tigeulebuh (jatuh di air), Titeuleum (tenggelam) dan
banyak lagi.
Bahkan, di gedung yang menyerupai bangunan Belanda ini pun disediakan makanan Belanda, seperti Bitter Bullen, atau sejenis perkedel dengan berbagai rasa.
Posting Komentar untuk "KULINER CAFE D'ANCLOM GARUT"